to be continued,..........
Total Tayangan Halaman
Rabu, 09 Desember 2015
Jumat, 13 Maret 2015
contoh MAKALAH FILSAFAT MORAL
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Filsafat moral merupakan kajian ilmu yang secara garis besar
membahas tentang macam macam teori etika.Dalam teori etika terdapat dua
pembagian diantaranya teleologis dan deontologis.Teori teleologis menentukan
baik buruknya suatu tindakan dari baik buruknya akibat yang menjadi
tujuannya.Berbeda dengan etika teleologis,etika deontologis berpandangan bahwa
moralitas suatu tindakan melekat pada tindakan itu sendiri bukan
finalitasnya.Pada pembahasan kali ini membahas tentang pengertian filsafat dan
perbedaan dengan moral,signifikansi filsafat moral,tiga macam pendekatan
etika,pusparagam aliran etika,dan konklusi.Filsafat etika atau moral yaitu ilmu
yang dipake dalam nilai norma moral yang menjadi pegangan seseorang dalam
mengatur tingkah lakunya
B.RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud pengertian
etika dan perbedaan moral
2. Bagaimana pandangan
signifikasi dalam filsafat moral
3. Bagian apa sajakah yang ada
pada perbedaan etika
4. Apa sajakah yang dibahas
dalam pusparagam aliran etika dan maksud dari konklusi
C.TUJUAN MAKALAH
1. Untuk mengetahui pengertian
etika dan perbedaan moral
2. Untuk mengetahui signifikasi
filsafat moral
3. Untuk mengetahui bagian
pendekatan etika
4. Untuk mengetahui pusparagam
aliran etika
5. Untuk mengetahui maksud dari
konklusi .
BAB II
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN ETIKA DAN PERBEDAANNYA DENGAN MORAL
Etika dalam bahasa yunani yaitu ethikos yang berarti adat atau
kebiasaan.Sedangkan secara istilah adalah ilmu tentang apa yang
biasa dilakukan atau tentang adat kebiasaan.[1]Ada beberapa
ilmuan ilmuan yang mengemukakan pendapatnya tentang entika diantaranya:
1. Ensiklopedi winkler prins:
mengemukakan teori tentang tindakan
2. New american encyklopedia:
mengemukakan tentang teori filsafat moral tidak mengenal fakta tetapi nilai
nilai
3. A.S.Hornby dictionary:
mengemukakan tentang tindakan dan kelakuan
4. A Hand book of cristian
Ethir: mengemukakan teorinya dengan cara cenderung mempertimbangkan baik dan
buruk
Dari beberapa ilmuan yang sudah disebutkan dengan mengemukakan
teori teorinya.Sidi Gazalba menyimpulkan bahwa etika merupakan teori tentang
perbuatan manusia yang dapat ditentukan oleh akal. [2]Jadi eika
adalah ilmu sistematik mengenai pendapat,norma,dan moral.Membicarakan tentang
etika tidak lepas dari kata budi yang berartti tahu.Orang yang berpengetahuan
dengan sendirinya berbudi baik,begitupun sebaliknya.Oleg krena itu maka siapa
yang tau akan kebaikan dengan sendirinya terpaks berbuat baik.untuk itu
perlulah orang pandai menguasai diri dalam segala keadaan.Dan apa yang pada
hakikatnya baik adalah juga baik pada kita sendiri, [3]Perbedaan etika
dan moral dalam filsafat dilihat dari secara aplikatifnyaetika tidak mau
mengajarkan apa yang wajib dilakukan orang tetapi dituntut untuk berfikir
secara rasional,dan bertanggung jawab.Sedangkan moral merupakan alat untuk
menyelesaikan sesuatu menuju yang lebih konteks.Jadi ajaran etika hanya
menyampekan suatu kecakapan teoritis dan ajaran moral bersifat formatif bagi
manusia.
B.SIGNIFIKANSI FILSAFAT MORAL
Franz Magnis Suseno menyatakan bahwa signifikansi etika ialah
membantu mahasiswa untuk mengintegrasikan secara intelektual pengalaman
pengalaman baru yang didapatinya sebagai mahasiswa kedalam kepribadiannya. [4]Tercpainya
sebuh signifikansi dikarenakan adanya sifat kritis dari mahasiswa.Signifikansi
etika merupakan suatu cara dalam mengintegrasi suatu pengalaman baru dari
mahasiswa baik secara intelektual maupun non intelektual.Sedangkan tujuan
materi etika diperguruan tinggi menurut Franz Magnis Suseno adalah membuat
mahasiswa itu lebih kritis.Oleh sebab itu kritis berarti aktif dari berbagai
segala macam lembaga normatif.Dengan adanya lembaga lembaga normatif seseorang
mahasiswa akan menjadi mahasiswa yang memiliki jiwa kepribadian yang
baik.Lembaga lembaga tersebut diantaranya:
1. Diri kita sendiri artinya
seseorang itu akan mencapai tingakt kedewasaan dan otonominya
2. Lembaga lingkungan masyarakat
artinya seorang mahasiswaa mendapatkan kecakapan intelektualnya agar tidak
monoton.
3. Lembaga ideologi yang
melibatkan manusia pada zaman sekarang artinya dengan adanya sifat ideologis
mahasiswa dapat berfikir kritis dan menolak anggapan anggapan yang tidak sesuia
dengan nilai nilai dalam kesejatian dirinya
C.MACAM MACAM PENDEKATAN ETIKA
Ada tiga macam dalam pendekatan etika yaitu:
1. Etika deskriptif :yaitu etika
yang menggambarkan tingkah laku moral seseorang dan hanya melukiskan diri
seseorang bukan menilai seseorang.
2. Etika normatif :yaitu etika
yang merupakan bagian terpenting karena adanya diskusi pemecahan masalah
norma.Dalametika normatif ini yang menjadi subyek adalah diri sendiri.Teori
egoisme berpendapat bahwa orang yang betul betul hidup sesuai dengan
kepentingannya sendiri adalah seseorang yang matang dan tahu tanggung jawab. [5]Maka
kesimpulannya adalah etika normatif hanya memberi alasan alasan tidak
melukiskan.Tujuannya agar dapat merumuskan prinsip prinsip etis yang dapat
dipertanggung jawabkan dengan cara rasional dan dapat digunakan dalam praktik.
3. Metaetika :merupakan kajian
yang membahas tentang bahasa etis atau disebut dengan bahasa yang baik.Metatika
dengan etika normatif tidak dapat disatukan karena metaetika membahas ucapan
ucapan etis yang khusus sedangkan etika normatifmengkaji tentang alasan alasan.
D.ALIRAN ALIRAN ETIKA
1. Hedonisme :sesuatu yang dapat
memberikan rasa nikamat kepada seseorang dengan kaidah dasarnya.
2. Eudemonisme :kaidah dasar
etikanya ialah bertindaklah engkau sedemikian rupa sehingga engkau mencapai
suatu kebahagiaan.[6]Artinya bahwa
segala tindakan manusia itu pasti ada tujuannya.Apbila ingin menuju tujuan
tersebut Aristoteles membaginya menjadi 3 bagian yaitu:
theori,praxis,phronesis.Dengan tiga komponen tersebut,Arisoteles dengan tegas
menyatakan bahwa etika bukanlah episteme,bukanlah pengetahuan.Tujuan etika
bukan pengetahuan lebih tajam (meskipun unsur pengetahuan tentu terdapat
juga),melainkan praxis,bukan yang mengetahui apa itu hidup yang
baik,melainkan membuat orang hidup dengan baik. [7]
3. Utilitrisme :merupakan teori
teleologi yang bersifat universal yang hanya menilai betul dan salahnya
tindakan manusia dari segi akibatnya.
4. Deontologia :menurut filsuf
besar jerman Immnuel Kant menyatakan moralitas menyangkut hal baik dan
buruk,tetapi bukan sembarang hal yang baik dan buruk,melainkan dalam bahasa
kant,apa yang baik pada dirinya sendiri,yang baik tanpa pembataasan sama
sekali. [8]Dalam pandangan
kant seseorang akan melakuan kewjibanny itu di pengaruhioleh tiga
faktor,pertama,karena hal itu menguntungkan.Kedua,karena adanya dorongan dalam
hati.Ketiga,melakuakannya dikarenakan memenuhi kewajiban tersebut.Melakukan
kewajiban merupakan suatu hal yang memiliki nilai baak yang tidak ada
batasannya.Akan tetapi pendapat Kant di kritik oleh Max Scaler yang menyatakan
bahwa inti moralitas bukanlah kesediaan memenuhi kewajiaban,melainkan kesediaan
untuk merealisasikan apa yang bernilai.
E.KONKLUSI FILSAFAT MORAL
Konklusi filsafat moral adalah salah satu dari keistimewaan
filsafat moral sebab,filsafat moral inilah yang mengkaji atau berhubungan
dengan suatu kebijakan.Jik makna dari filsafat itu sendiri adalah mencintai
kebijaksanaan,maka filsafat moral berupaya untuk menggapai kebijakan tersebut
dengan menghubungkan persoalan moral.Dalam wacana filsafat moral ini kita dapat
mengerti argumen argumen moral sekaligus mengerti mengambil kebijakan terbaik
dalam hidup ini.
DFTAR PUSTAKA
Zaprulkhan.Filsafat Umum Sebuh Pendekatan Tematik.Jakarta; PT
RajaGrafindo,2012.
Hatta,Muhammad.Alam Pikiran Yunai.Jakarta;UI-Press,1986.
S.Praja,Jahaya.Aliran Aliran Filsafat dan Etika.Jakarta;Fajar
Interpratama,2012.
TEORI FILSAFAT MORAL DALAM CONTOH KASUS PERILAKU INDIVIDU
TEORI FILSAFAT MORAL DALAM CONTOH KASUS PERILAKU INDIVIDU
Berbagai sikap manusia tertera dalam nilai-nilai etika, baik yang
berasal dari nilai religius ataupun nilai yang bersifat antropopisme( non
religius). Manusia dalam bertindak juga memerlukan berbagai konsep-konsep yang
menurut kita dan masyarakat diterima sebagai nilai yang baik. Nilai-nilai ini
dapat juga bersumber dari aplikasi filsafat pada masa dahulu( filsafat kuno).
Dalam filsafat modern nilai ini terbagi dalam divisi-divisi yang bersumber dari
dua hal di atas- yang dianggap baik tersebut-yang kita dapat menerimanya
sebagai suatu yang logis dan dapat dikritisi sebagai sebuah modal awal sebuah
nilai dalam menetukan apakah nilai itu bermanfaat atau tidaknya terhadap
subjeknya yaitu manusia. Alam turut menyumbangkan peranan penting bagi manusia
dalam memperoleh nilai yang ada di bumi ini. Bermula dari alam manusia belajar
untuk menentukan what, how, why, where, and who yang ingin diungkap.
Ketidaktahuan pada awalnya menurut filsafat kuno diakomodir dengan
memperhatikan dan mempelajari alam secara arif dan bijaksana. Dalam esai ini
akan dibahas berbagai teori filsafat moral yang membahas bebrapa pemikiran
tentang moral dan contoh aplikasi yang ada di masyarakat pada saat ini(
prospektif) dan yang ada pada masa sebelum masa sekarang (retrospektif).
1. HEDONISME
Pertama, hedonism. Hedone dalam bahasa Yunani yang berarti
kesenangan, mempunyai makna secara etimologi bahwa manusia dalam kehidupannya
mempunyai tujuan akhir yaitu kesenangan dan menghindari kesedihan, kesakitan,
dan hal yang membuatnya menjadi tidak bahagia. Istilah dan teori tentng
hedonism dikemukakan oleh Aristippos dari Kyrene ( sekitar 433-355 SM). Namun,
kesenangan ini menurut Aritppos sendiri hanya terbatas pada keadaan dan
kebutuhan ragawi saja. Tidak merepresentasikan keadaan psikologis sesungguhnya.
Pengaplikasiaannya sangat banyak pada masa saat ini. Baik itu yang
bersifat frontal ataupun makna yang baik dalam kehidupan manusia. Contoh kasus
pertama yang mau penulis angkat adalah mengenai hedonism yang bersifat frontal
yaitu salah satunya tentang “anggota DPR oh anggota DPR uenaknya hidup kalian.”
Masalah pencarian kesenangan sendiri memang sudah ada sejak manusia pada masa
kecil. Ketika seorang manusia telah mendapatkan sesuatu yang menurut ia
menyenangkan dan hal yang tidak menyenangkan akan ia tinggalkan. Dalam kasus
ini, mengapa penulis ingin mengangkat the way of life dari para anggota DPR
yang cukup universal dan familiar bagi masyarakat Indonesia dengan segala
luxury-baca sebagai tersier-red. Kehidupan yang diwarnai dengan berbagai
fasilitas yang sangat mewah-bandingkan dengan angka pendapatan rata-rata rakyat
Indonesia-tidak sebanding dengan kinerja yang mempunyai skor yang mengecewakan
dan tingkat penilaian kekecawaan dari masyarakat. Hasil ini menunjukkan bahwa
kesenangan yang bersifat ragawi itu dapat berdampak terhadap kesenangan orang
lain. Tingkat kesenangan yang diperoleh para anggota DPR menganggu kesenangan
rakyat Indonesia secara keseluruhan. Mengapa penulis bisa berpendapat seperti
ini dan men-jugdg¬e¬ mereka? Anggota DPR dalam hal ini merupakan representasi
dari suara rakyat, digaji, dibiayai oleh rakyat, cuma mementingkan keegoisan mereka
sendiri tanpa melihat sisi bawah dari masyarakat. Sebagai tambahan, menurut
survei yang diliris oleh Indonesian Corruption Watch, lembaga DPR termasuk
dalam lembaga yang berkinerja buruk dan termasuk dalam lembaga yang banyak
menyelewengkan uang rakyat- bahwa para anggota DPR memegang posisi yang sangat
vital sebagai lembaga yang di dalamnya masuk sebagai posisi teratas dalam hal
korupsi. Menurut Aristippos, kesenangan itu sendiri memang harus ada sebuah
pembatas dan nilai-nilai etika yang dimasukkan ke dalamnya agar tidak terjadi
hal seperti pemaparan penulis di atas. Dalam hal ini perlu ditekankan secara
radikal dan progresif terhadap pencapaian kesenangan yang lebih bermoral- baca
lebih tidak menyakiti kesenangan orang lain( rakyat)- dan lebih bermartabat.
Ini termasuk kesenangan yang sia-sia karena hanya mementingkan pencapaian
kesenangan atas kekayaan yang diperoleh atas dasar melanggar hak-hak orang
lain-rakyat- secara tidak bertanggung jawab. Dalam hal ini ataraxia biasanya
tidak terjadi. Ataraxia adalah sebuah bentuk respon tubuh ditinjau dari sisi
psikologis sebagai sesuatu yang menenangkan jiwa-dalam artian yang bijaksana,
baik, dan bermartabat- dan mendapatkan sebuah perasaan yang sangat bahagia
dalam kehidupan tanpa merugikan kepentingan orang lain.
Kedua, eudonism, yaitu sesuatu hal yang ingin dicapai di dunia ini
adalah kebahagian-bukan kesenangan- yang menjadi tujuan akhir dari
kehidupannya. Kebahagiaan dalam artian yang partikular bukan berarti hal yang
membahagiakan dalam bentuk materi-kekayaan- semata, namun harus disertai dengan
penyertaan akal dan rasio sebagai bentuk rasionalitas dalam mencapai tujuan
akhir yaitu kebahagiaan tadi. Aristoteles menganggap apabila seorang individu
ingin mencapai kebahagiaan yang hakiki tersebut mempunyai banyak aspek
pertimbangan dalam pencapaiaan. Dalam hal ini ditekankan bagaimana bahagia
sebagai manusia yang dapat menjalankan perannya sesuai dengan funsi dirinya
baik secara harfiah atau biologis maupun secara sosiologis. Sosiologis di sini
adalah bagaimana ia berperan serta aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan
berinteraksi dengan wajar dan diterima di masyarakat sebagai seorang individu
yang bermartabat. Kekayaan juga dapat memberikan suatu prestise tertentu dalam
hal mendapatkan prestise tertentu dalam masyarakat. Terkadang ada individu yang
ingin mendapatkan kekayaan agar ia diterima sebagai suatu yang fungsional dalam
tatanan masyarakat. Contoh kasus eudonism, salah satunya adalah seorang guru
yang mengabdi bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus. Bagi dia anak-anak
tersebut walaupun mereka dalam keadaan berketerbatasan merka tetap membutuhkan
sokongan bantuan dan pendidikan. Di sini guru ini tergerak hatinya untuk
mengabdikan seluruh sisa hidupnya untuk mengajar anak-anak tersebut. Bukan
materi yang ingin ia dapatkan namun ia lebih mengutamakan bagaimana ia bisa
berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Hal ini mengacu terhadap teori
eudonism di atas. Keteguhan diri sang guru tersebut mampu meruntuhkan keinginan
mencapai kekayaan yang bersifat materi, ia sadar ada kebahagiaan yang lebih
hakiki dibanding “kesenangan” bermateri kekayaan yaitu kebahagiaan dapat
menjadi seorang yang esensial di antara anak-anak yang berkebutuhan khusus
dalam memberikan pendidikan yang setara dengan anak- anak biasa.
3. DEONTOLOGI
Ketiga, deontology, yaitu keadaan di mana seorang individu
bertindak berdasarkan maksud di pelaku dalam melakukan hal tersebut(tindakan).
Deontologi menurut Immanuel Kant-penemu teori ini- yaitu, sesuatu perbuatan
akan bermakna baik jika dilandasai dengan kehendak yang baik. Dalam teorinya
ini, ia menuliskan bahwa yang kehendak baik dimaknai apabila seorang individu
akan melaksanakan sebuah kewajiban. Kehendak yang baik atas kewajiban inilah
yang dipandang sebagai sesuatu hal yang baik. Sebagaimana kasus pejabat DPR
yang melakukan banyak penyelewengan dana negara-yang sudah kita ketahui bersama
dan menjadi rahasia umum- melakukan perbuatan tersebut hanya didasarkan
pandangan subyektifnya. Makna subyektif tersebut, “mereka” melakukanhal tersebut
karena menurut mereka wataknya memang seperti itu atau bawaan dari
“sana”(lahir). Ditinjau dari segi deontologi, mereka tidak melakukan sesuatu
yang menjadi kewajibannya, malah melakukan di luar haknya sebagai anggota DPR.
Contoh konkret yang lebih jelas, salah satunya yaitu, ketika seorang warga
negara harus membayar pajak yang menjadi kewajiban tiap warga negara seperti
yang tercantum dalam UUD 1945. Hal ini sesuai dengan konsep deontologi bahwa
warga negara membayar sejumlah uang negara-pajak- karena memang sudah menjadi
sebuah kewajiban. Mereka melakukan pembayaran tersebut disertai dengan kehendak
yang baik-sesuai dengan kewajiban- tersebut. Apabila seorang warga negara tidak
membayar pajak maka ia akan mendapatkan sanksi dari negara. Kant menyebutnya
sebagai legalitas karena ada norma huku yang berperan di sini.
Contoh kasus lainnya yaitu seorang anak harus menjalankan posisi sebagai seorang anak yang harus patuh terhadap kedua orang tuanya. Patuh dengan cara melaksanakan semua arahan dan nasehat yang diberi oleh orang tuanya. Ia di sini telah melakukan kewajiban yang memang menjadi hal yang tidak perlu dipertanyakan lagi sebagai seorang anak kepada oran tuanya. Ia berkehendak secara implisit dalam perbuatannya tersimpan nasehat serta arahan tersebut. Denga kata lain, ia melakukan kehendak sesuai kewajibannya yang menurut Kant sesuai dengan konsep deontologinya.
DAFTAR PUSTAKA
Bertens, K. 2007. Etika: seri filsafat Atma Jaya. Jakarta :
Gramedia Pustaka Utama
Pengutipan dari kompas.co.id
HAJI LULUNG (ABRAHAM LUNGGANA) BIODATA
HAJI LULUNG V.S. AHOK :D
popularitas haji lulung semakin naik di media sosial semenjak perselisihannya dengan Ahok (Basuki Tjahja Purnama).
bahkan saat ini ada gantungan kunci berbentuk haji lulung yang model rambutnya mirip tokoh Mail (dalam serial kartun Upin-Ipin)
popularitas haji lulung semakin naik di media sosial semenjak perselisihannya dengan Ahok (Basuki Tjahja Purnama).
bahkan saat ini ada gantungan kunci berbentuk haji lulung yang model rambutnya mirip tokoh Mail (dalam serial kartun Upin-Ipin)
berikut ini biodata Haji Lulung
Lulung Lunggana
Nama Lengkap : Lulung Lunggana
Agama : Islam
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Jumat, 24 Juli
1959
Zodiac : Leo
Warga Negara : Indonesia
BIOGRAFI
Lulung Abraham Lunggana dikenal
sebagai tokoh muda Betawi asal Tanah Abang. Lulung mengawalinya usahanya
dimulai dari pengumpul sampah kardus bekas hingga barang bekas. karirnya mulai
menanjak ketika kemudian ia bermain dalam usaha pengamanan di Tanah Abang.
Dia mendirikan PT Putraja Perkasa,
lalu PT Tujuh Fajar Gemilang, dan PT Satu Komando Nusantara. Perusahaan ini
disesuaikan dengan bidang Lulung, yaitu jasa keamanan, perparkiran, dan
penagihan utang.
Berbagai jabatan organisasi
diembannya. Sebelum terpilih sebagai Ketua DPW PP DKI Jakarta, dia adalah Ketua
DPC PPP Jakarta Pusat. Dia juga dikenal sebagai Ketua Pemuda Panca Marga DKI
Jakarta dan Sekretaris Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi. Di luar itu, dia
juga dikenal sebagai tokoh Tanah Abang yang disegani. Sekitar 2000 orang telah
berhimpun padanya, dan disalurkan menjadi tenaga kerja produktif di berbagai
sentra bisnis Tanah Abang.
Bagi Lulung, iman pada Allah SWT
adalah pondasi dan landasan dalam mengarungi lautan kehidupan. Tanpa iman,
hidup kita akan terombang-ambing. Ibarat perahu, iman adalah kemudi yang selalu
mengarahkan kita pada tujuan kehidupan. Dalam landasan semangat dan perspektif
itulah ayah empat anak itu terjun ke dunia politik.
Dia menilai bahwa saat sekarang
bangsa Indonesia tengah dirayapi krisis moral, krisis keimanan dan kerakusan
yang berpihak pada nilai-nilai materialisme serta hedonisme. Hal ini tercermin
melalui perilaku seks bebas, tingkat kriminalitas dan kejahatan yang meningkat
serta tingginya perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam pengelolaan
bangsa dan negara.
Lebih jauh, sebagai tokoh muda yang
memiliki visi keislaman yang kuat, Lulung ingin membangun kekuatan baru yang
tangguh guna membangun masyarakat Indonesia yang memiliki kemuliaan dan
keluhuran mental, spritual, kultural, maupun ekonomi. Berangkat dari sisi
inilah, dia berpendapat perlunya generasi muda kita sebagai pewaris masa depan
yang sejak dini sudah ditanamkan pendidikan keagamaan yang kuat.
Caranya yaitu antara lain, dengan
mendirikan Taman Pendidikan Agama (TPA) di setiap Rukun Warga (RW) di seluruh
DKI Jakarta. Di sisi lain, sebagai putra Betawi yang aktif di kancah politik
ini bertekad agar budaya Betawi yang merupakan bagian dari kekayaan tradisi
luhur budaya bangsa dapat lebih dikembangkan dan dilestarikan. Lulung ingin
mendirikan sanggar-sanggar budaya Betawi di Jakarta, yang dapat mendidik dan
mengembangkan seni budaya Betawi pada generasi muda. Sehingga dengan demikian
anak muda akan memiliki kebanggaan serta kecintaan pada budaya Betawi.
Salah satu langkah kongkret yang
telah dilakukan Lulung selaku wakil ketua DPRD DKI Jakarta untuk peningkatan
kesejahteraan masyarakat ini, di antaranya adalah dengan mendesak Unit
Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dinas Perhubungan DKI Jakarta tidak menelantarkan
sekitar 300 juru parkir (jukir) pada jalur busway yang ditutup pemprov.
Senin, 26 Januari 2015
Langganan:
Postingan (Atom)





































